Tuesday, April 23, 2013

Kelabu asap, pedih lagi busuk!

My 2cent,

Aku rindu untuk menulis. Menulis cerpen dan certot. Menulis untuk menyentuh hati-hati manusia. Menulis sambil merakam kehidupan dunia ini. Tapi, kekangan masa tidak mengizinkan aku. Selepas aku punya masa dan ruang untuk menulis, jemariku seakan kaku untuk menaip. Benarlah, orang yang tidak membaca tidak mampu untuk menulis.

Teringat suatu hari lalu, ketika menelaah Majalah JOM! berkata Salim A.Fillah

"Jika menulis adalah satu misi, kita akan berdarah-darah untuk menulis!"

Zapppp! Terus tertampar diri sendiri.


"...Saya perasan wujud rakan-rakan dari kalangan mahasiswa yang rajin buat video, short filem dan sebagainya. Namun risau jika itu hanya dek kerana kita punya masa lapang senggang pelajaran kita.
Jadikanlah ini misi dan visi hidup.
Jika benar passion kita ada, rasa nak sumbangkan kepada Islam di ruangan ini pun tinggi, maka korbankanlah segala-galanya dan ceburilah bidang ini secara serius." Hilal asyraf

Bangggg! Tertusuk terus ke hati nurani.

Aku mula menulis ketika satu Mukhayyam di Gombak pada tahun lepas. Awalnya, menulis bukanlah bidang aku. Kontang idea. Tapi, Allah know best for me! Tika di mukhayyam itu aku diajar untuk menulis. Dengan rela hati aku menulis. Mencuba mencari logam pada lubuk diri untuk lapangan Islam. Alhamdulillah, beberapa certot telah dihasilkan. 

Namun sekarang, aku terpinga kembali. Benarkah ini logam aku? Mampukah aku membentuk logam ini pada boiling point yang betul untuk Islam?

Allahu! 

Teringat taujihat seorang ukhti Osem tahap super saiya,

"Berdoalah pada Allah agar nikmat idea untuk penulisan tidak ditarik-Nya"

Saat idea untuk menulis ditarik dari diri, rasakan! Rasakan susahnya hendak menulis hatta satu perenggan. Rasakan susahnya hendak berkarya walau satu strip.

Bantulah aku duhai sahabat, duhai teman. Bantu aku mencari apakah yang dapat aku sumbangkan secara terbaik untuk agama ini. 

Saat ini aku pilu. Aku hiba. Bagaikan aku ini buih-buih di lautan yang disebut oleh Rasulullah s.a.w.

Kelabu asap, pedih lagi busuk! Tidak jelas jalan hidup. Storyboard lari!

-NAJLA-

Monday, February 11, 2013

terima kasih cinta!

Bismillah , dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih ,

Disini , saat ini , saya ingin lafazkan satu kata yang sering saya terlupa untuk lafazkannya .

Terima kasih .

terima kasih umi , abi besarkan saya walau perit lagi payah ,

terima kasih adik-adik , walau asyik kena marah ,

terima kasih keluarga kiri dan kanan , kerana sentiasa ada ,

terima kasih cikgu-cikgu di sekolah yang saya pernah belajar ,

terima kasih geng sekolah ,

terima kasih kawan saya Cik NFA , sebab doakan saya , saya tahu tu ,

terima kasih kawan saya Cik NNs , sebab banyak bagi pengajaran pada saya , kesian awak kena berdepan dengan saya ,

terima kasih kawan-kawan course saya , sebab bantu saya semakin dekat dengan Allah , walau saya sering terlupa ,

terima kasih Encik Biskut (ladies ye actually) sebab selalu bagi saya peringatan ,

terima kasih masa lalu , sebab saya sekarang mampu berfikir atas landasan Quran dan Sunnah ,

terima kasih Uztz M sebab menasihati saya ,

terima kasih Uztz H sebab perli saya , saya tak perasan pon , hehe ,

terima kasih senior sebab tak jemu tarik saya ,

terima kasih roomate saya Cik I , sebab sudi jadi roomate saya ,

terima kasih warga Hidayah , sebab sudi terima saya ,

terima kasih pada usrah saya yang sentiasa cintakan saya , hehe

terima kasih pada semuanya dari A-Z ,

kerana dengan semuanya saya berada dalam gerabak tarbiyah dan dakwah ,

kerana dengan semuanya saya semakin kenal siapa diri saya yang sebenarnya ,

terima kasih Allah kerana perancangan-Mu yang sungguh unik dan ajaib ,

perlahan-lahan Kau persiapkan diriku menjadi hamba-Mu yang sedar dan faham ,

kerana Kau menemukan aku dengan orang dan jalan untuk aku dekat dengan-Mu Ya Allah ,

sungguh hebat , ajaib , unik , osem plan-Mu Ya Allah ,

terima kasih aku ucapkan Ya Allah .

"Daripada Aishah Radhillahu anha berkata : ''Bahawasanya Rasulullah SAW selalu beribadat di waktu malam sehingga bengkak kedua belah kakinya. Maka saya pun berkata kepadanya : ''Kenapa kau beribadat sampai jadi begini ya Rasulallah?, sedangkan Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa mu yang terdahulu dan dosa-dosa mu yang terkemudian (seandainya beliau berdosa, padahal sebenarnya beliau ma'sum dari berbuat dosa). Lalu Nabi SAW menjawab : ''Bukankah lebih elok kalau aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur''. (Hadith Riwayat Bukhari) 

Just a word .

Syukur .

Alhamdulillah .

Too much things to be thanks .

Maka , tegarkah lagi aku menjadi hamba yang tidak tahu malu dan syukur ?

Mari! Menjadi hamba-Nya yang bersyukur .

Teruskan sujud .

Teruskan tunduk .

Teruskan menyebarkan rasa cinta ini .

Tanda syukur .

-Najla-

Tiada yang faham betapa terasa osem sgt perasaan ini . perasaan berada dalam tarbiyah . walau terpaksa merempuh jahiliyah (it still here act.) . jeles dengan mereka yang dalam perut pon dah dengar perkataan usrah , tarbiyah , dakwah . tapi , perancangan Allah itu unik kan ? sayang-Nya Dia pada aku . walau aku selalu lupa , leka , alpa . Allahu . astaghfirullah azim . 

Thursday, February 7, 2013

Cuti dan tv

       Hari ini , langit berwarna kelabu , awan bergerak perlahan , angin menderu laju . Sejuk . Pahi hujan . Tengahari hujan . Petang hujan . Malam ? Belum menjelma lagi . Moga Allah kurniakan malam yang bermanfaat hari ini .

    Cuti . Sinonim dengan futur . Lemah iman . Bagaikan isi dan kuku . Sudah hari ke-14 . Bagaikan sudah 140 tahun bagi diri ini .

    Seronok . Seronok tonton tv . Seronok bermalam-malam di hadapan tv . Gossip girl , Jane by Design , CSI , City Hunter , Upin Ipin . Gambaran warna warni menghiasi hati waktu cuti .

    Sampailah saat ini . Kosong . Terasa lompong . Sedih . Sedih dengan diri sendiri .

    Maka , benarlah . Jiwa kosong tanpa isian rohani . Mereka yang leka terus mencari selain Ilahi . Hiburan , pakaian , kemewahan , wang , perempuan . Tapi , tak pernah cukup . Mereka terus mencari . Terus mencari . Tamak . Sebabnya , hati ini dari Ilahi , maka penuhi haknya dengan pengisian rabbani .

   Salah sendiri . Muslim part time kah aku ?

    Aku manusia yang jelas tujuan kehidupan lelah dalam debu cuti , habuk dunia . Jika begitu , benarkah aku jelas dengan tujuan hidup ini ? Layakkah digelar hamba-Nya yang bersyukur ?

    Duhai diri ,

    Yang akan dapat belajar dari kekuasaan Allahu Rabbi dan rezeki dari langit hanyalah mereka yang kembali kepada Allah . Maka , sujudlah . Kembali kepada Yang Maha Esa . Ikhlas . Sucikan ibadahmu kepada-Nya .

   Seusai sujud , ingatlah wahai diri , berilah peringatan kepada hari pertemuan . Justeru , usah dibiarkan diri dari terus hanyut dalam dadah dunia .

  "Bila ku jatuh , ku bangun kerna-Mu" - Najwa Latif

"Dalam sujud ku mensucikan Yang Maha Tinggi . Usai sujud tegarkah menjadi hamba yang angkuh di atas muka bumi?"
-Najla-

cuti . boring . rindu bulatan gembira 

Saturday, January 5, 2013

ukhuwwah teras kegemilangan

       Aku termangu . Kerusi besi di pondok menunggu bus dihenyak . Terasa terik bahang Sang Mentari mencucuk-cucuk kulitku . Peluh mula menitik-nitik . Namun aku terus disitu walau baju semakin basah bermandi peluh . Kulihat dia berjalan pergi . Sedikit pon tidak tertoleh kepadaku . Bukanlah dia tidak mengenaliku , malah sudah acap kali bertemu , bercanda .

     Dialah Ukhuwwah . Tanpanya aku ibarat satu jisim yang tiada guna . Jisim yang bergerak di atas muka bumi tanpa manfaat . Hanya menambah kotoran-kotoran yang terlukis di peta dunia . Ukhuwwah berlalu pergi dariku . Angin yang menyapa cuping telingaku menyatakan dia , Ukhuwwah sudah berpaling hati dariku . Mungkin , disebabkan pergaulanku bersama Iman . Mungkin .

     Aku , Insan bersama Ukhuwwah dan Iman . Seantero dunia mengenali kami . Akrab . Tidak betah berpisah . Sentiasa bersama . Bila bertiga kerap kali mengonggoli kejayaan dan kegemilangan . Awalnya , aku berkasih rapat bersama Iman . Setiap hari terasa seperti menempuh himpunan bunga mawar yang merah menyala bersama bunga tulip yang cantik ukirannya . Harumnya , ahh tidak dipertikaikan lagi indah menwangi .

     Kemudian , datang Ukhuwwah mewarnai jalan-jalan hidup . Bersamanya , aku dan Iman bertambah erat . Kemana sahaja destinasi pasti bertiga . Dimana ada Iman , di situ ada Ukhuwwah . Dimana ada Ukhuwwah pasti ada aku . Dimana ada aku mesti ada Iman .

      Namun , itu dahulu . Kini , tatkala aku semakin ralit mengukir corak di tepi pantai , aku semakin punya jarak dengan Iman . Ukhuwwah turut jauh dariku . Setiap detik makin jauh . Dan menjauh . Sehingga tidak terjangkau dek tangan kerdil ini .

       Tatkala aku sedar aku sunyi tanpa Ukhuwwah , terasa kosong tanpa Iman aku sudahpon rapuh . Hari-hari mendatang bagaikan menelan debu kering . Tidak mengenyangkan , menghambarkan jalan kehidupan . Sering terjatuh dalam perjalanan . Luka kecil bagaikan barah yang parah .

      Tapi , aku bukan seorang yang lembik . Akanku bersama semula Iman , akanku dakap kembali Ukhuwwah . Bersama mereka lami akan menuju akhirat yang abadi , syurga yang hakiki , kegemilangan yang bersinar .

      Ukhuwwah lillah lahir dari iman yang suci . Rapuhnya ukhuwwah , rendahnya iman (iman tahap longkang weyh!) Serendah-rendah ukhuwwah itu brlapang dada . Jika itu pon x mampu , iman kita tahap mana ? (tahap pembentung bawah tanah la sis!)

NAJLA

P/s : nikmat kesihatan Allah tarik sekejap dan beberapa kali minggu ni . Peringatan buat hamba-Nya yang selalu leka dan alpa dengan dunia yang hanya gurauan . Doakan dipermudahkan urusan peperiksaan final sem . Moga tidak menjadi fitnah pada agama ini .